SELAMAT DATANG BRO DAN SIS

Breaking News

Kamis, 04 Oktober 2018

Bank Jateng Pahlawan Usaha Mikro Kecil Dan Menengah (UMKM)

       Ada pepatah dalam bahasa Jawa “Cah Agawe Bubrah, Rukun Agawe Santosa” yang berarti permusuhan menimbulkan kehancuran sedangkan persatuan mampu menguatkan. Spirit ini nampaknya menjadi salah satu pondasi berdirinya Bank Jateng pada tahun 1963 dengan nawacita meningkatkan perekonomian Jawa Tengah secara gotong-royong komitmen ini tak lekang oleh waktu meski zaman old telah berubah menjadi zaman milenial (Now), komitmen Bank Jateng tetap membahana bahkan lebih kuat. 
       Selama hampir lima dekade Bank Jateng beroperasi, struktur masyarakat telah banyak berubah dari pertanian hingga sekarang lebih beragam antara lain sektor jasa, perdagangan hingga pemerintahan. Namun perkembangan ini juga memiliki resiko dengan bertambah kompleksnya masalah di masyarakat antara lain tingginya pertumbuhan penduduk menyebabkan banyak yang tidak terserap di berbagai lapangan kerja, multi problematika ekonomi yang disebabkan lingkaran setan antara modal, investasi dan kebutuhan. Namun berbahagialah orang Jawa khususnya Jawa Tengah yang dianugerahi kearifan lokal dengan karakter pekerja keras serta pantang menyerah, mereka tetap mampu bertahan meski dengan berbagai himpitan ekonomi yang terus berkembang, tidak sedikit warga Jawa Tengah yang sukses meski harus meniti karier dari bawah dengan membuka Usaha Mikro Kecil dan menengah(UMKM) antara lain restoran rumahan, produksi barang seperti baju, boneka, sepatu bahkan dimulai dari pedagang kaki lima. 

Bank yang bersinergi mewujudkan mimpi 
       Bank Jateng mampu bersinergi dengan pemerintah dalam mendukung usaha Mikro kecil dan Menengah(UMKM). Salah satu bukti nyata Bank Jateng mendukung UMKM adalah berbagai fasilitas yang disediakan. Sebut saja Kredit Usaha Rakyat(KUR). Meskipun layanan ini sebenarnya juga dimiliki bank lain namun KUR yang ditawarkan Bank Jateng cukup massif serta mampu menjangkau masyarakat di pedesaan maupun perkotaan dalam membantu permodalah. Adalah Amin Pujiono(30 tahun) dari Wonosobo setelah lulus sarjana pendidikan guru sekolah dasar (PGSD) tahun 2012 dia sempat. berbagai usaha dia mulai dari peternakan sapi,hingga bisnis lain namun beberapa kali megalami kerugian, modal yang dimiliki mulai berkurang bahkan habis. Akhirnya pada tahun 2014 dia memberanikan diri ke Bank Jateng untuk memulai usaha menampung sayuran dan buah kemudian di jual kembali, dimualai dengan modal 10 juta rupiah dia ulet dan terus berjuang hingga saat ini laba bersih tiap bulan yang didapatnya 6 juta rupiah perbulan, nilai yang lebih dari cukup untuk keluarganya, bahkan sesuatu yang mungkin tidak pernah di bayangkan sebelumnyarasa syukur dan ucapan terimaksih ingin dia sampaikan dengan menjadi “Oral Advertisement” atau bahasa jawanya “getok tular” manfaat Bank Jateng bagi orang lain yang ingin memulai usaha. 
       
Amin Pujiono Sukses dalam usaha pertanian

       Cahyadi(32 Tahun) seorang Pegawai negeri sipil memiliki mimpi memiliki usaha lain di rumah yang sesuai dengan hobinya.tahun 2010 dia mendapat dukungan dari Bank Jateng senilai 20 juta. Dia mulai menanam salak di salah satu tanah yang tidak terpakai. Saat ini omzetnya telah mencapai 8 juta tiap bulan. Sesuatu yang dia katakan melebihi mimpinya. 

Bank yang membawa kebanggan 
       Kehadiran Bank Jateng dianggap Superman bagi para pelaku UMKM. Ibarat sebuah lakon Justice League dengan penggambaran solusi sebuah masalah, mungkin terlalu berlebihan bagi yang belum menerima layanannya namun realistis bagi konsumen yang merasakan manfaatnya. 
       Produktifitas Bank Jateng telah mendapat banyak sekali pengakuan dari berbagai lembaga di tingkat propinsi Jawa Tengah maupun nasional. Beberapa prestasi Bank Jateng sangat membanggakan antara lain sebagai terbaik 2016 kategori industry jasa keuangan, Best Of 2017 Indonesia Business Quality Award - Kategori "The Most Trusted Banking & Service In Customer Satisfaction Of The Year 2017, dan yang terbaru mendapatkan penghargaan Indonesia Creativity and Best Leader Award 2018 kategori The Most Improved Banking of the Year yang diselenggarakan oleh PT Sembilan Bersama Media dan Majalah Indonesia Inspire. Namun keberhasilan paling luar biasa dari Bank Jateng adalah kepercayaan masyarakat Jawa Tengah terhadap institusi perbankan ini. Karena itu kepercayaan ini harus dijawab dengan peningkatan layanan tiap unit dan cabang di tiap kota di daerah. Unit syariah Bank Jateng juga telah memperoleh Syariah Award. 
       Dengan jumlah kabupaten dan kota 35 bagian dan luas wilayah 32.548 km Jawa tengah sebenarnya memiliki potensi perkembangan yang terus meningkat, apalagi jumlah UMKM di Jawa Tengah merupakan yang terbesar di Indonesia. Segmentasi pasarnya juga lebih variatif dengan adanya Bank Jateng syariah membuat Bank Jateng bersifat inklusif bukan eksklusif. Bank Jateng memiliki potensi untuk terus berkembang dengan segala kelebihan yang dimiliki 
       Bank Jateng bukan hanya membantu UMKM Jawa Tengah namun sekaligus juga mencerdaskan tiap lini masyarakat. Terbukti dari layanan Bank Jateng yang beragam antara lain Simpeda, jenis layanan ini yang paling banyak di nikmati masyarakat Jawa Tengah. Layanan ini juga berkembang dengan adanya Simpeda Hipprada yang ditujukan untuk pelajar, pegawai negeri sipil, guru dan pensiunan. Keunggulan tabungan ini adalah bisa di ambil kapan saja.layanan yang lain yaitu Tabungan Bima, tabungan ini merupakan alternatif lain dengan ketentuan lebih ringan misalkan menabung lima ribu rupiah saja tetap diterima. Menurut jenisnya ada dua jenis Tabungan Bima yaitu Tabungan Bima Umum dan Bima ABP. Selain itu terdapat layanann TabunganKu Bank Jateng, seperti halnya bank lain, Bank Jateng juga menerbitkan TabunganKu, sifat tabungan ini hampir sama dengan tabungan lain kelebihan layanan ini adalah gratis administrasi bulanan 
Untuk kartu ATM terdapat 3 pilihan antara lain : 
a. Platinum administrasi bulanan Rp 10.000 penarikan tunai sam[ai dengan Rp. 10.000.000 per transaksi dan Rp 25.000.000per hari 
b. Gold layanan administrasi bulanan Rp 5.000 penarikan tunai sampai dengan Rp 75.000, transfer 
       Per 2017 Bank Jateng telah menyalurkan kredit 24% ke UMKM sekitar 9,5 trilyun rupiah. Kredt yang di tawarkan berbunga 7 % dengan kredit plafon 1 juta hingga 25 juta rupiah. Komitmen Bank Jateng untuk mendukung UMKM didasari karena semangat juang UMKM yang tinggi, sudah menjadi rahasia umum apabila hanya UMKM lah yang mampu bertahan saat krisis ekonomi 
       Sesuai dengan nawacita Presiden Joko Widodo yag ditegaskan kembali oleh Gubernur Jawa Tengah Bapak Ganjar Pranowo yang ingin melakukan revolusi mental termasuk juga ekonomi, mesin perbankan menjadi sangat penting, ibarat mata tombak yang akan menjadi ujung perjuangan dalam pembangunan ekonomi. Dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi diharapkan tingkat kemiskinan juga turun pada akhirnya cita-cita bangsa yang diamanatkan dalam Pancasila dan UUD 1945 terwujud yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. 
        Pada akhirnya perbankan menjadi semacam oase yang akan menyegarkan tiap warga Negara yang memiliki semangat untuk mengembangkan perekonomian rakyat. Sebagai oase berarti memiliki fungsi menyegarkan dan mengobati dahaga, dalam hal ini perbankan tidak hanya menjadi menara gading yang terkesan tak terjangkau namun Bank Jateng berbeda, terkesan dekat seperti keluarga yang membantu sekaligus mendorong agar terus berkembang dan kreatif.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Designed By