SELAMAT DATANG BRO DAN SIS

Breaking News

Jumat, 21 Desember 2018

Toleransi di Kota Salatiga

Pada tahun 2018 ini Kota Salatiga memperoleh penghargaan sebagai kota paling toleran ke dua di Indonesia setelah Kota Singkawang Kalimantan Barat . penghargaan yang di rilis oleh Setara Institute for Democracy and Peace . hal ini sangat mewakili sekali Kota Salatiga. Penulis yang telah tinggal di kota ini selama hampir 15 tahun benar benar bisa merasakan aura kebersamaan, toleransi dan rasa setia kawan antar pemeluk agama maupun antar etnis
..Penghargaan ini telah di dapatkan selama 3 tahun berturut turut. Pada tahun 2016 kota ini meraih posisi nomor 2 dan pada tahun 2017 meraih peringkat ke 3. Muhamad Haris wakil Walikota Salatga megatakan bahwa pemboboton tahun ini lebih bersifat kuantitatif karena terdapat angka dan skornya . Bagi penulis yang telah tinggal lama di kota ini maka bahasan tentang toleransi benar benar kami rasakan dalam kehidupan bermasyarakat bahkan bernegara ..Di Salatiga terdapat 3 kampus berbasis Agama yang sangat dinamis. Universitas Kristen Satya Wacana(UKSW) yang berbasis Kristen, IAIN atau institut Agama Islam Nasional yang saat ini telah berganti nama menjadi STAIN dan Sekolah Tinggi Agama Budha Syailendra. Ketiga kampus ini telah membentuk keberagaman di Kota Salatiga. Terutama UKSW sebagai salah satu Universitas Kristen Tertua di Jawa Tengah saat ini dihuni berbagai etnis dan suku dalam menuntut ilmu. Suku Batak, Aceh Hingga Papua sangat ramai di kampus ini. Alumni UKSW juga memiliki beragam profesi serta agama yang telah sukses di pentas Nasional sebagai contoh KH Matori Abdul Jalil yang merupakan salah satu pendiri Partai Kebangkitan Bangsa(PKB) merupakan salah satu Alumni UKSW. Sudamek seorang Budhis yang merupakan CEO garuda Food merupakan salah satu alumni dobel degree dari UKSW serta banyak tokoh yang lain. ..Tidak dapat dipungkiri bahwa Toleransi merupakan proses dari bawah ke atas yaitu dari masyarakat ke pengambil kebijakan. Di tingkat bawah nilai kebersamaan dapat dilihat bahwa tingkat kecurigaan warga terhadap orang yang berbeda etnis dan agama sangat rendah. di tambah dengan kebijakan walikota yang tidak mentorerir Hate Speach(Ujaran Kebencian) terhadap komunitas atau agama yang lain serta mengayomi seluruh penduduk merupakan nilai plus yang mungkin bisa di tiru oleh kota lain di Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Designed By